Pemerintah Inggris baru saja mengumumkan perubahan penting dalam skema pembebasan dini narapidana. Perdana Menteri Andy Burnham menyatakan bahwa pembunuh PC Harper tidak akan dilepaskan lebih awal seperti rencana semula. Perubahan ini akan mulai berlaku pada Oktober mendatang.
Keputusan tersebut diambil setelah para gubernur penjara melaporkan bahwa banyak narapidana yang dibebaskan lebih awal justru kembali ke balik jeruji dalam waktu singkat. Data menunjukkan tingkat residivisme yang tinggi, di mana pelanggaran baru dilakukan hanya dalam hitungan bulan setelah keluar.
Latar belakang masalah ini berkaitan dengan kelebihan kapasitas penjara yang mendorong pemerintah mempercepat pembebasan. Namun, tanpa program rehabilitasi yang memadai, banyak mantan narapidana kesulitan beradaptasi dengan kehidupan di luar.
Salah satu poin analisis penting adalah dampak terhadap keamanan publik. Tingginya angka kembalinya narapidana ke penjara menunjukkan bahwa skema early release perlu dievaluasi ulang secara menyeluruh agar tidak membahayakan masyarakat.
Selain itu, konteks ekonomi juga relevan di sini. Biaya operasional penjara yang terus meningkat akibat residivisme ini membebani anggaran negara, sehingga diperlukan investasi lebih besar pada program pelatihan kerja dan konseling bagi narapidana sebelum dilepaskan.






